Kisah Temanku yg katanya Pujangga Cinta,yg sering kali “gagal” dlm “berhubungan”. Ini salah satu kisahnya.
Di sebuah jembatan sungai yg deras, dia melihat seorang cewek sedang terisak menangis dipinggir jembatan.
Sang pujangga mulai melancarkan jurus syair mautnya : “duhai wanita idaman, sedang apakah gerangan dinda berdiri disana?.
Cewek : Jangan cegah saya!. Saya Mau bunuh diri ! #ketus#
Pujangga: “Baiklah, kanda tidak akan mencegah, namun sudilah berikan kecupan dinda yg terakhir sebagai kenangan”
Tanpa ragu sang cewek menghampiri Pujangga, dan memberikan kecupan yg
sangat mesra dan bergairah dibibirnya, dan pujanggapun membalas melumat
bibir dan lidah si gadis yg mulai membangkitkan birahi, setelah sekian
lama mereka berciuman sang pujanggapun bertanya kembali
Pujangga: “Dinda, sungguh lembut nan nikmatnya kecupanmu. Satu hal yang kanda mau tanya, kenapa dinda mau bunuh diri?”
Sambil terisak2 dalam tangis si cewek menjawab..
“Hidup saya sudah tidak berarti Bang. Kedua orang tua saya melarang saya berdandan seperti wanita..hiks hiks”
Pujangga: Cuih. Cuih.. Banci sialaaan !!!